KEMBALI” SETELAH PANDEMI
Dua tahun sudah Negeri ini dilanda bencana yang tidak pernah terlihat wujud dan proses penyebarannya. Selama itu pula semua sektor di Indonesia mengalami perubahan bahkan penurunan yang drastis, salah satunya adalah sektor Pendidikan. Perubahan kondisi dan situasi yang “mencekam” dan begitu cepat menyebabkan sektor Pendidikan mengalami kelabakan, dimana semua sekolah/madrasah harus melakukan pembelajaran secara daring/online. Walapun pada kenyataanya pembelajaran secara daring dirasa tidak efektif jika harus diterapkan di semua tingkatan satuan pendidikan.
Seiring berjalannya waktu, kita yang mulanya terpaksa kini mulai terbiasa dengan kehidupan yang seolah-olah serba dibatasi. Sekolah/madrasah yang harusnya ramai dengan interaksi siswa-siswi saat di kelas ataupun di halaman, sekarang terasa sepi dan kosong karena harus pembelajaran jarak jauh. Guru dituntut untuk lebih kreatif dengan mengubah cara mengajar, agar siswa tetap dapat mengerti dan memahami materi pembelajaran yang diberikan. Orang tua yang biasanya mengantar putra/putrinya berangkat sekolah untuk menuntut ilmu, kini terpaksa ikut andil dalam memantau kegiatan sehari-hari dan mengajari putra/putrinya selama sekolah daring.
Keputusan pemerintah memberlakukan PSBB hingga berganti nama menjadi PPKM Level sangat mempengaruhi membaiknya kondisi di sekitar kita hingga saat ini. Berbagai proses dilakukan dan berbagai prosedur dipatuhi untuk bagaimana caranya agar madrasah kami, MI Al Amin Dempelan bisa segera melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka). Proses pengajuan surat-menyurat, persiapan ruangan-ruangan kelas yang hanya boleh diisi 50% dari total siswa, persiapan protokol kesehatan, persiapan jam mengajar yang harus dibagi 2 shift setiap harinya, dan yang paling penting kesiapan mental siswa dan semua anggota di madrasah.
Akhirnya, semesta menunjukkan kondisi dan situasi perlahan mulai membaik. Siswa/siswi di MI Al Amin Dempelan senang karena mulai belajar secara tatap muka walaupun sekarang ini baru satu kali dalam seminggu. Bapak/Ibu guru dan semua anggota di MI Al Amin juga lega dan senang bisa mengusahakan maksimal untuk dilakukannya PTM. Pendidikan terbaik tidak hanya melulu tentang teori pembelajaran akademik, akan tetapi pembelajaran kehidupan seperti sopan santun, keberanian menyampaikan pendapat di forum/kelas, serta interaksi sosial dengan guru dan teman-teman akan sangat dibutuhkan di masa mendatang.
Penulis:
Yunita
Staf TU di MI Al Amin Dempelan. Lulusan Poltek Madiun ini mendidikasikan diirnya untuk bekerja di Mi Al AMin Dempelan sejak tahun 2020. Gadis yang masih lajang ini juga sebagai operator Madrasah. Beliau tinggal di Desa Mojorayung Kecamatan Wungu Madiun.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pentingnya Karakter
Karakter di dalam perjalanan setiap orang begitu penting sekali. Bahkan pembentukan karakter sejak dini akan sangat menentukan seperti apa orang di dalam menjalani kehidupannya.
Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan Islam
Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong kemauannya sendiri untuk mempelajari (wh
GURUKU, AKU JUGA MURIDMU YANG INGIN DISAYANGI
Guru adalah seorang pejuang di bidang pendidikan dan mendapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Sebagai seorang guru harus bisa menjadi tauladan untuk murid-muridnya. Jika guru b